Sunday, April 26, 2009

merkuri

apa itu mercury

Merkuri adalah suatu unsur alami yang umumnya ditemukan seperti merkuri sulfide (sinabar, HgS), tidak dapat larut dan stabil. Merkuri berwarna putih-silver ( logam cair), putih (merkuri padat), tidak berbau, tidak mudah terbakar. Terdapat di kerak bumi rata-rata 0.5 ppm, tetapi nyatanya konsentrasinya bervariasi tergantung tempatnya. Biji merkuri prosesnya tidak mahal untuk menghasilkan metalik merkuri. Titik didihnya rendah, dan dapat disuling dengan memanaskan biji dan memadatkan uap logamnya untuk membentuk metalik mercuri. Dengan metoda ini efisiensi sampai 95% dan menghasilkan merkuri murni 99.9%.

Ketika unsur ini bebas dari suatu area yang besar, seperti dari pabrik industri, atau dari suatu kontainer, seperti botol atau drum, yang masuk ke lingkungan. Pelepasan/Release ini tidak selalu menyebabkan paparan. Kita dapat terpapar unsur ini hanya bila kita kontak langsung. Kita mungkin dapat terpapar melalui pernafasan, makan atau minum yang mengandung unsur ini atau melalui kontak dengan kulit.
Jika kita terpapar merkuri, banyak faktor yang menentukan apa efeknya kepada kita. Faktor ini meliputi dosis ( berapa banyak), jangka waktu ( berapa lama), dan bagaimana kontak dengan unsur ini. Kita juga harus mempertimbangkan adanya zat kimia lain yang mungkin memapari, juga umur, jenis kelamin, makanan, faktor keluarga, gaya hidup dan status kesehatan. Bentuk ini dibagi tiga : metalik mercuri ( yang dikenal dengan unsur merkuri), inorganic merkuri dan organic merkuri. Metalik merkuri itu berkilau, logam yang berwarna putih keperakan berbentuk cair pada suhu kamar. Metalik merkuri merupakan bentuk merkuri murni ( yaitu., tidak bercampur dengan unsur lain). Logam metalik merkuri adalah cairan logam yang umum digunakan pada termometer dan beberapa tombol elektrik. Pada suhu-kamar, sebagian dari metalik merkuri akan menguap dan terbentuk uap merkuri. Uap mercury tidak berwarna dan tidak berbau. Makin tinggi temperature semakin banyak uap merkuri yang bebas dari cairan metalik merkuri. Sebagian orang yang menghirup uap metalik mercuri melaporkan adanya rasa logam di mulut mereka.
Inorganik merkuri adalah campuran yang terjadi bila merkuri dikombinasikan dengan unsur seperti khlor, belerang, atau oksigen. Merkuri campuran ini disebut juga garam merkuri. Banyak campuran inorganic merkuri yang berbentuk bubuk putih atau kristal, kecuali merkuri sulfida ( yang dikenal sinabar [HgS]) yang berwarna merah dan mulai kehitaman bila terpapar cahaya.
Sewaktu merkuri berkombinasi dengan karbon, terbentuk campuran yang disebut campuran " organik" merkuri atau organomerkurial. Ada sejumlah potensi besar dari campuran organic merkuri; bagaimanapun, campuran organic merkuri yang umum di lingkungan adalah methylmercury ( yang dikenal sebagai monomethylmercury). Dulu, campuran organic merkuri disebut phenylmercury yang digunakan dalam beberapa produk komersil. Campuran organic merkuri yang lain disebut dimethylmercury yang digunakan dalam jumlah kecil sebagai standard acuan untuk beberapa tes bahan kimia. Dimethylmercury merupakan satu-satunya campuran organic merkuri yang dapat dikenali pada lokasi pembuangan yang berbahaya. Hal tersebut ditemukan hanya dalam jumlah kecil di dua tempat di seluruh Negara tempat pembuangan yang berbahaya, tetapi hal tersebut sangatlah berbahaya pada binatang dan manusia. Campuran inorganic merkuri, kedua methylmerkury dan phenylmerkury berbentuk " garam" ( sebagai contoh, methylmerkuri klorid atau phenylmerkuri asetat). Ketika murni, kebanyakan bentuk methylmerkury dan phenylmerkury adalah kristal putih yang padat. Dimethylmerkury adalah suatu cairan tanpa warna.
Beberapa bentuk merkuri terjadi secara alami di lingkungan. Bentuk merkuri alami yang paling umum ditemukan di lingkungan adalah metalik merkuri, merkuri sulfida ( biji sinabar [HgS] ), merkuri klorid, dan methylmerkury. Beberapa mikroorganisma ( jamur dan bakteri) dan proses alami dapat merubah merkuri di lingkungan dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Campuran organik merkuri yang paling umum oleh mikroorganisma dan proses alami adalah bentuk dari methylmerkury. Methylmercury menjadi perhatian tertentu sebab dapat meningkat pada ikan dan mamalia yang terdapat di sungai dan laut yang meningkat beberapa kali lebih besar dibandingkan air dilingkungan.
Mercury ditambang dalam bentuk biji sinabar [HgS], yang berisi merkuri sulfida. Bentuk metalik disuling dari biji merkuri sulfida dengan pemanasan di atas 1,000 derajat Fahrenheit. Uapnya kemudian dikumpulakan dan didinginkan untuk membentuk cairan logam merkuri. Banyak digunakan pada termometer, barometer, baterei, dan tombol elektrik. Mengenai tambalan gigi berwarna silver; tambalan secara khas berisi sekitar 50% metalik merkuri
Beberapa campuran inorganic merkuri digunakan sebagai fungisida. Garam inorganic dari merkuri, termasuk ammonia merkuri klorid dan merkuri iodid, telah digunakan untuk memutihkan kulit. Merkuri klorid adalah suatu antiseptic topical atau desinfektan. Dulu, merkuri klorid digunakan secara luas pada obat pencuci perut, obata cacing, dan bubuk untuk gigi. Sejak digantikan bahan yang lebih aman dan efektif tidak dipakai lagi. Bahan kimia yang mengandung merkuri hanya digunakan sebagai antibakterial. Produk ini meliputi obat merah ( berisi sejumlah kecil air raksa, 2%), thimerosal dan nitrat phenylmerkuri, yang digunakan dalam jumlah kecil sebagai bahan pengawet dalam beberapa resep obat dan hanya di toko obat. Merkuri sulfida dan merkuri oksida digunakan untuk pewarna cat, dan merkuri sulfida adalah salah satu pewarnaan merah yang digunakan dalam celupan tato.
Methylmerkury diproduksi terutama oleh mikroorganisma ( jamur dan bakteri) di lingkungan, dibanding oleh manusia. Sampai 1970s, campuran methylmerkury dan ethylmerkury digunakan untuk melindungi benih dari infeksi jamur. Karena efek kesehatan methylmerkury belum jelas, penggunaan methymerkury dan ethylmerkury sebagai fungisida tidak diperkenankan. Sampai tahun 1991, campuran phenylmerkuri digunakan sebagai antifungi dan keduanya digunakan sebagai campuran cat, tetapi penggunaan ini dilarang karena uap merkuri yang terlepas dari cat tersebut.
Mercury dapat masuk dan berakumulasi di rantai makanan. Bentuk merkuri yang berakumulasi di rantai makanan adalah methylmerkury. Inorganik merkuri tidak berakumulasi pada rantai makanan manapun. Ketika ikan kecil makan methylmerkury di makanannya, Ketika ikan lebih besar makan ikan lebih kecil atau organisma lain yang berisi methylmercury, kebanyakan dari methylmercury ada di ikan yang kecil akan tersimpan di badan ikan yang lebih besar. Alhasil, ikan yang lebih tua dan besar yang hidup di air tercemar, ditemukan methylmerkury paling tinggi pada badan ikan. Ikan air laut ( terutama ikan hiu dan ikan pedang ) yang hidup dalam waktu yang lama dan dapat tumbuh sampai ukuran sangat besar cenderung mempunyai tingkatan merkuri yang paling tinggi di badan mereka. Tumbuhan ( seperti jagung, gandum, dan kacang polong) tingkat merkurinya sangat rendah, sekalipun tumbuh di lahan yang tercemar merkuri yang lebih tinggi dari lingkungannya. Jamur, dapat mengakumulasikan mercuri bila tumbuh di lahan yang tercemar.
Karena merkuri alamiah ada di lingkungan, semua orang bisa terpapar dengan konsentrasi yang rendah di udara, air, dan makanan. Antara 10 dan 20 nanogram merkuri per kubik ( ng/m3) dari udara di kota. Level ini ratusan kali lebih rendah dibanding level yang masih dianggap aman untuk bernafas. Pengukuran di desa lebih rendah, biasanya sekitar 6 ng/m3 atau kurang. Mercury di permukaan air umumnya kurang dari 5 bagian merkuri pertriliun air ( 5 ppt, atau 5 ng perliter air), sekitar seribu kali lebih rendah dari standar “ aman” air minum. Level normal di tanah sekitar 20 untuk
625 bagian merkuri permilyar bagian tanah ( 20–625 ppb; atau 20,000–625,000 ng per kilogram tanah). Sepermilyar adalah seribu kali lebih besar dari sepertriliun
Sumber potensi paparan metalik merkuri untuk populasi umum adalah merkuri yang dilepas dari amalgam sebagai penambal gigi. Amalgam adalah campuran dari logam. Amalgam digunakan untuk penambal gigi yang berwarna perak berisi kira-kira 50% merkuri, 35% perak, 9% timah, 6% tembaga, dan sejumlah seng. Ketika amalgam dicampur pertama kali, terbentuk pasta lembut yang dimasukkani ke dalam permukaan gigi. Kemudian dalam 30 beberapa menit. Kemudian amalgam mengeras, merkuri yang terikat di dalam amalgam, dalam jumlah sangat kecil perlahan-lahan bebas dari permukaan tambalan karena erosi atau mengunyah atau gerakan menggeser. Sebagian dari merkuri yang di permukaan tambalan ke udara sebagai uap merkuri atau bercampur dengan air liur.
Pemerintah U.S. menyimpulkan efek dari penambalan gigi dengan amalgam tidak mengganggu kesehatan mesyarakat umum, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui efek pada populasi sensitive.. Populasi sensitip meliputi wanita hamil, anak-anak di bawah 6 tahun ( terutama sampai 3 tahun), orang dengan fungsi ginjal lemah, dan orang dengan respon hipersensitifitas imun terhadap logam.
Sejumlah metalik merkuri yang sangat sedikit ( sebagai contoh, beberapa tetesan) dapat meningkatkan konsentrasi merkuri di udara ke tingkatan yang mungkin berbahaya untuk kesehatan. Orang yang bernafas lama di udara yang tercemar resikonya semakin besar terhadap kesehatan mereka. Metalik merkuri dan uap logamnya sangat sukar untuk dihilangkan dari pakaian, mebel, permadani, lantai, dinding, dan materi lain seperti itu. Jika materi tidak benar-benar dibersihkan, merkuri dapat tinggal selama berbulan-bulan atau tahun, dan selanjutnya menjadi sumber paparan.
Para pekerja kebanyakan terpapar dari udara pernafasan yang tercemar uap merkuri, tetapi mungkin juga campuran merkuri lain di tempat kerja tersebut. Pekerjaan yang berpotensi terpapar merkuri adalah pabrik perlengkapan elektrik atau suku cadang otomotif yang berisi merkuri, bahan kimia yang prosesnya menggunakan merkuri, pengolahan logam, konstruksi bangunan yang menggunakan komponen berisi merkuri ( contohnya tombol elektrik, termometer), dan profesi yang medis ( medis, mengenai gigi, atau jasa kesehatan lain) yang memakai peralatan berisi merkuri ( contohnya beberapa alat untuk mengukur tekanan darah berisi cairan air raksa). Dokter gigi dan asistennya mungkin sering menghirup uap metalik merkuri dari amalgam dan kontak dengan kulit. Keluarga pekerja yang terpapar merkuri mungkin juga terpapar yang berasal dari baju pekerja yang terkontaminasi partikel atau cairan merkuri.
Sebagian orang mungkin mengunjukkan level paparan methylmercury lebih tinggi jika mereka makan makanan yang mengandung methylmercury yang tinggi di dalam ikan, shellfish, atau mamalia laut ( ikan paus, anjing laut, lumba-lumba, dan singa laut) yang berasal dari perairan yang terkontaminasi merkuri. Methylmercury yang terakumulasi pada rantai makanan terdapat di puncak rantai makanan dan mempunyai paling banyak merkuri di dagingnya.


bagaimana kita bisa terpapar?

Untuk membantu kesehatan masyarakat yang hidup atau bekerja dekat dengan tempat pembuangan yang berbahaya perlu mengetahui rute paparan dari suatu unsur, misalnya melalui inhalasi, makanan, kulit seingga menyebabkan efek kesehatan yaitu kematian, sistemik,imunologi, neurology, reproduksi, perkembangan, genotoxik, dan efek karsinogenik. Unsur ini mempunyai tiga periode paparan : periode akut (14 hari atau lebih sedikit), Intermediet (15-364 hari), dan kronis (365 hari atau lebih).

I.1 Melalui Inhalasi
Kebanyakan penelitian melalui paparan inhalasi uap metalik merkuri. Karena alasan ini, istilah “ metalik merkuri” akan digunakan sebagai ganti “ inorganik merkuri.” Bentuk lain dari inorganic merkuri tidak beresiko melalui jalan nafas. Melalui inhalasi akan didapati level yang cukup untuk terjadinya efek toksik sistemik pada manusia dan binatang. Target organ yang utama dari toksisitas induced metalik merkuri adalah di ginjal dan system saraf pusat. Pada tingkatan paparan yang tinggi, juga akan terjadi efek pada pernapasan, cardiovaskuler, dan gastrointestinal. Beberapa uap metalik merkuri yang dipadatkan (Milne et al. 1970), atau uap logam dari amalgam yang mengenai gigi, dapat larut dalam air liur dan dicerna ( [YANG] 1991). Uap yang memadat dapat masuk melalui pencernaan di bandingkan pernafasan (menghasilkan dosis serapan yang lebih rendah dibanding konsentrasi yang terdapat di udara). Konsentrasi uap mercury di lingkungan pekerjaan bisa jadi lebih rendah dari lingkungan mikro disekitar pekerja ( bel Et al. 1973; Stopford et al. 1978); oleh karena itu, perkiraan tentang jumlah merkuri di udara tempat kerja harus dievaluasi secara hati-hati agar tingkatannya selalu dijaga lebih rendah.
Dalam banyak kasus, sukar menentukan apakah efek yang diamati berhubungan langsung dengan paparan merkuri. Sebagai tambahan, informasi efek yang berhubungan dengan paparan inhalasi uap metalik merkuri berasal dari penelitian beberapa dekade yang lalu, metoda yang dipakai untuk menentukan tingkatan paparan lebih sedikit dibanding metoda sekarang.
Kematian
Metalik mercury. Beberapa penelitian melaporkan kematian pada manusia dengan paparan yang tinggi pada durasi akut, tetapi tidak dapat diketahui konsentrasi uap metalik merkuri nya ( Campbell 1948; Kanluen dan Gottlieb 1991; Matthes et al. 1958; Rowens et al. 1991; Soni et al. 1992; Taueg et al. 1992; Teng dan Brennan 1959; Tennant et al. 1961). Kematian dalam semua kasus dihubungkan dengan gagal nafas. Dalam semua kasus, tingginya level uap metalik merkuri yang dihasilkan dengan volatilizing metalik merkuri dengan cara pemanasan.
Organik merkuri. Studi kasus paparan dari pekerjaan, campuran merkuri dengan alkyl dilaporkan adanya kematian akibat inhalasi uap organic merkuri. Penyebab kematian bukanlah seperti yang dilaporkan, tetapi kebanyakan meninggal setelah ditemukan neurotoksisitas ( Bukit 1943; Sangkutkan et al. 1954).
Paparan uap diethylmerkuri (perkiraan level paparan = 1–1.1 mg/m3) selama 4–5 bulan mengakibatkan kematian 2 wanita ( Bukit 1943). Penyebab kematian tidaklah dilaporkan; bagaimanapun, pengalaman gejala dari wanita tersebut dipastikan toksisitas dari merkuri dan dari otopsi terungkap adanya gangguan gastrointestinal. Belum jelas diketahui apakah efek pada gastrointestinal berhubungan langsung dengan paparan merkuri. Seorang laki-laki 41 tahun yang terpapar 3–4 tahun campuran merkuri dan alkil yang digunakan pada pembalut lukanya, meninggal dalam kira-kira 3 bulan setelah
pembalut luka dibersihkan dari kontaminasi merkuri –alkil ( Sangkutkan et al. 1954).
Efek Respirasi
Mercury Metalik. Pada manusia, gejala yang berhubungan dengan pernafasan merupakan efek durasi akut dengan paparan yang tinggi dari uap metalik merkuri. Gejala yang dilaporkan berupa batuk, dyspnea, dan tertekan atau nyeri terbakar pada dada ( Bluhm et al. 1992a; Nanduk dan 1987; Haddad dan Sternberg 1963; Hallee 1969; Kanluen dan Gottlieb 1991; Raja 1954; Lilis et al. 1985; Matthes et al. 1958; Mcfarland dan Reigel 1978; Milne et al. 1970; Rowens et al. 1991; Snodgrass et al. 1981; Soni et al. 1992; Taueg et al. 1992; Teng dan Brennan 1959; Tennant et al. 1961). Analisa dengan sinar X pada paru menunjukkan infiltrate yang difus atau pneumonitis ( Bluhm et al. 1992a; Garnier et al. 1981; Nanduk dan 1987; Hallee 1969; Raja 1954; Soni et al. 1992; Tennant et al. 1961). Fungsi paru mungkin juga menjadi lemah. Jalannya udara menjadi terhambat karena obstruksi, restriksi, hiperinflasi ( Snodgrass et al. 1981), dan berkurangnya kapasitas paru ( Lilis et al. 1985;) juga dilaporkan.
Organik merkuri. Dyspnea, depresi respiratori, dan obstruksi pernapasan akibat mucus diamati pada petani yang diterapi dengan phenylmerkuri assetat untuk beberapa musim ( coklat 1954).
Pada otopsi ditemukan bronchopneumonia purulent. Tapi belum jelas apakah efek pada pernafasan berhubungan langsung dengan efek phenilmerkuri asetat atau akibat neurotoksisitas dari efek unsur tersebut.
Efek Cardiovasculer
Metalik merkuri. Meningkat dalam hati dan meningkatkan tekanan darah telah dilaporkan melalui paparan inhalasi metalik merkuri. Inhalasi paparan akut dengan konsentrasi tinggi uap metalik merkuri dengan memanaskan metalik merkuri mengakibatkan tekanan darah meningkat ( Haddad dan Sternberg 1963; Hallee 1969; Snodgrass et al. 1981) dan denyut jantung meningkat/palpitasi ( Bluhm et al. 1992a; Haddad dan Sternberg 1963; Hallee 1969; Jaffe et al. 1983; Snodgrass et al. 1981; Soni et al. 1992; Teng dan Brennan 1959). Paparan jangka waktu yang lama akibat cipratan atau karena pekerjaan telah dilaporkan meningkatkan tekanan darah ( Fagala dan Wigg 1992; Foulds et al. 1987; Friberg et al. 1953; Karpathios et al. 1991; Taueg et al. 1992) dan denyut jantung ( Fagala dan Wigg 1992; Foulds et ).
Organik merkuri. Hanya dua kasus yang mengenai efek kardiovaskuler dengan paparan melalui inhalasi. Tidak ada efek cardiovasculer yang dilaporkan pada empat laki-laki yang diopname dengan neurotoksik setelah terhirup debu methylmerkuri dengan konsentrasi yang tidak diketahui dalam beberapa bulan ( pemburu Et al. 1940). Tekanan darah yang meningkat dilaporkan akibat pekerjaan yang terpapar methylmerkuri ( dosis yang tidak diketahui ) ( Sangkutkan et al. 1954).
Efek Gastrointestinal
Metalik merkuri. Banyak efek gastrointestinal yang dilaporkan pada manusia karena paparan inhalasi akut uap metalik merkuri. Efek klasik dari intoksikasi adalah stomatitis ( radang mukosa mulut ). Sejumlah penelitian kasus melaporkan adanya stomatitis setelah terpapar durasi akut dengan konsentrasi tinggi uap metalik merkuri ( Bluhm et al. 1992a; Garnier et al. 1981; Haddad dan Sternberg 1963; Snodgrass et al. 1981; Tennant et al. 1961). Adakalanya, stomatitis diikuti oleh saliva yang berlebihan ( Hallee 1969; Karpathios et al. 1991) atau kesullitan menelan ( Campbell 1948). Efek gastrointestinal yang lain setelah paparan durasi akut konsentrasi tinggi adalah sakit pada abdomen. ( Bluhm et al. 1992a; Campbell 1948; Haddad dan Sternberg).
Organik merkuri. Efek gastrointestinal dilaporkan pada beberapa penelitian pada manusia yang terpapar campuran organomerkuri. Seorang petani 39 tahun sewaktu menyebar benih terpapar phenylmerkuri asetat tampak mulut membengkak, memerah dan mengeluarkan ludah, caries gigi, dan terdapat garis biru tipis pada gusi, infeksi dan membengkak pada dinding pharing posterior. ( brown 1954). Dengan cara yang sama, dua wanita meninggal setelah terpapar 3–5 bulan uap diethylmerkuri dari pekerjaannya dan tampak peradangan pada mulut dan gusi, saliva berlebihan, dan gangguan gastrointestinal yang tidak diketahui penyebabnya ( Hill 1943).
Efek Hematologik
Metalik merkuri. Terpapar dengan konsentrasi tinggi uap merkuri menyebabkan sindrom yang berupa " demam uap metal," yang ditandai dengan kelelahan, demam, rasa dingin, dan jumlah lekosit meningkat. Bukti tingginya lekosit terutama netrophil dilaporkan pada paparan inhalasi akut uap metalik merkuri ( Campbell 1948; Haddad dan Sternberg 1963; Hallee 1969; Jaffe et al. 1983; Lilis et al. 1985; Matthes et al. 1958; Rowens et al. 1991).
Sukarelawan dengan amalgam pada gigi, terjadi penurunan hemoglobin dan hematokrit yang signifikan dan peningkatan konsentrasi hemoglobin korpuskuler dibandingkan dengan control tanpa menggunakan amalgam pada gigi ( Siblerud 1990). Aktivitas б-asam aminolevulinik dehydratase menurun di eritrosit pada pekerja yang terpapar pada unsur merkuri pada pembuatan tangkai tungsten ( Wada et al. 1969). Penurunan tersebut berhubungan dengan meningkatnya merkuri di dalam air kencing.
Organik merkuri. Tidak ada penelitian mengenai pengaruhnya terhadap hematology pada manusia dan hewan setelah terpapar inhalasi organic merkuri.
Efek musculoskeletal.
Metalik merkuri. Sejumlah penelitian melaporkan adanya peningkatan tremor, fasikulasi otot, myoklonus, atau nyeri otot akut ( Adams et al. 1983; Bluhm et al. 1992a; Karpathios et al. 1991; Mcfarland dan Reigel 1978), intermediate ( Aronow et al. 1990; Tukang cukur 1978; koster (penjaga gereja) Et al. 1976; Taueg et al. 1992), atau kronis ( Albers et al. 1982, 1988; Bidstrup et al. 1951; Chaffin et al. 1973; Chapman et al. 1990; Fawer et al. 1983; tukang besi Et al. 1970; Verberk et al. 1986; Vroom dan Greer 1972; Williamson et al. 1982) setelah terpapar uap metalik merkuri.
Organik merkuri. Paparan campuran merkuri dengan alkyl yang tidak spesifik menyebabkan efek muscular ( contohnya fasikulasi otot, tidak adanya reflek pada siku, reflek babinski) ( brown 1954; Sangkutkan et al. 1954;)
Efek pada hepar
Metalik merkuri. Suatu studi kasus menguraikan adanya keracunan akut pada seorang anak muda yang terpapar uap merkuri akibat pemanasan sejumlah merkuri yang tidak diketahui ( Jaffe et al. 1983).
Efek hepatoseluler ditandai adanya perubahan biokimia ( contohnya peningkatan serum alanine aminotransferase [ ALT], tingkatan dari ornithine carbamyl transferase, dan serum bilirubin) dan bukti adanya penurunan sintesis dari faktor koagulan hepatik.
Organik merkuri. Nekrosis midzonal di dalam hati diamati sewaktu otopsi seorang petani yang meninggal setelah terkena butiran phenylmerkuri asetat untuk beberapa musim ( brown 1954). Tidak ada kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini, bagaimanapun, faktor lain yang mungkin menyebabkan efek pada hepar pada subyek ini.
Efek pada ginjal
Metalik merkuri. Ginjal adalah suatu target organ yang sensitive terhadap paparan inhalasi metalik merkuri. Sensitifitas ini mungkin sebagian karena akumulasi dari merkuri yang tinggi di ginjal. Paparan inhalasi akut dengan konsentrasi yang tinggi pada manusia menyebabkan efek proteinuria sementara atau kekeruhan ringan dan perubahan keasaman urin ( Bluhm et al. 1992b; Soni et al. 1992); makin nyata terjadinya proteinuria, hematuria, and oliguria ( Campbell 1948; Hallee 1969; Snodgrass et al. 1981); gagal ginjal akut dengan degenerasi atau necrosis tubulus convolute proximal ( Campbell 1948; Jaffe et al. 1983; Kanluen dan Gottlieb 1991; Rowens et al. 1991).
Beberapa laporan dipusatkan pada pekerja dengan proteinuria ( Danziger dan Possick 1973; Kazantzis et al. 1962; Tubbs et al. 1982), sedangkan yang lain urin sebagai parameter untuk populasi. Biopsi pada para pekerja dengan proteinuria sudah menunjukkan kedua tubulus proximal dan glomerular telah ada perubahan. Di laporkan oleh Kazantzis et al. ( 1962), albuminuria berat dilaporkan terjadi kerusakan pada kedua tubulus proksimal dan glomerulosklerosis.
Perbandingan antara populasi yang terpapar dengan control menunjukkan perubahan variasi dari pekerja yang terpapar, dari tidak adanya efek sampai terjadi peningkatan protein di urin ( Bernard et al. 1987; Piikivi dan Ruokonen 1989) ( Stewart et al. 1977), berat jenis dari urin ( Ehrenberg et al. 1991), dan N-acetyl-β-glukosaminidase di urin ( NAG) ( Barregard et al. 1988; Boogaard et al. 1996; Langworth et al. 1992b)
Organik merkuri. Pada otopsi seorang laki-laki yang meninggal setelah terpapar uap merkuri alkyl konsentrasi tinggi terjadi nekrosis pada epitel tubulus, pembengkakan granula protoplasma dan nucleus nonstainable di ginjal.( Sangkutkan et al. 1954).
Efek endokrin
Metalik merkuri. Seorang anak laki-laki 13 tahun terpapar uap merkuri selama 2 minggu terjadi pembesaran gondok dengan peningkatan triiodothyronine dan thyroxine; dan tingkat hormon stimulating thyroid rendah ( Karpathios et al. 1991). Serum thyroxine bebas ( T4) dan perbandingan antara thyroxine bebas dengan 3,5,3'-triiodothyronine bebas ( T3) ditemukan sedikit,tetapi sangat signifikan, peningkatan pada para pekerja dengan paparan konsentrasi tinggi.
Selanjutnya, SerumT3 bebas kebalikannya dihubungkan dengan paparan kumulatif merkuri, mungkin mempunyai efek penghambat dari merkuri 5'-deiodinases.
Efek pada kulit
Metalik merkuri. Paparan melalui inhalasi uap unsure merkuri secara akut dan durasi intermediet yang mengakibatkan eritematous dan ruam kulit pruritic ( Aronow et al. 1990; Bluhm et al. 1992a; Foulds et al. 1987; Karpathios et al. 1991; Schwartz et al. 1992; koster (penjaga gereja) Et al. 1976). Reaksi kullit lainnya akibat paparan merkuri termasuk keringat yang berlebihan ( Aronow et al. 1990; Fagala dan Wigg 1992; Karpathios et al. 1991; koster (penjaga gereja) Et al. 1976) dan memerahkan dan atau pengelupasan kulit pada telapak tangan dan kaki ( Aronow et al. 1990; Fagala dan Wigg 1992; Karpathios et al. 1991).
Efek pada mata
Metalik merkuri. Efek pada mata tampak pada paparan yang akut yaitu kemerahan, terbakar pada mata dan conjunctivitis ( Bluhm et al. 1992a; koster (penjaga gereja) Et al. 1976). Para pekerja yang terpapar kronik merkuri memperlihatkan gambaran coklat keabu-abuan yang aneh atau kabut kuning tipis pada permukaan luar lensa mereka ( Atkinson 1943; Bidstrup et al. 1951; Medalion dan Nazroo 1952
Efek sistemik lainnya
Metalik merkuri. Paparan konsentrasi tinggi uap merkuri menyebabkan sindrom seperti " demam uap metal," yang ditandai oleh kelelahan, demam, rasa dingin, dan peningkatan jumlah leukocyte. Beberapa studi melaporkan demam dan atau rasa dingin setelah terpapar konsentrasi tinggi uap merkuri ( Aronow et al. 1990; Bluhm et al. 1992a; Garnier et al.1981; Lilis et al. 1985; Mcfarland dan Reigel 1978; Milne et al. 1970; Schwartz et al. 1992; Snodgrass et al. 1981).
Efek imunologi dan limphoretikular
Metalik merkuri. Reaksi imun pada manusia yang terpapar merkuri menjadi idiosyncratic, terjadinya peningkatan maupun penurunan aktivitas imun tergantung predisposisi genetic individu. Oleh karena itu, tidak mengherankan pada beberapa studi, para pekerja yang terpapar uap unsur merkuri tidak terdapat perubahan tanda yang dapat digunakan sebagai parameter pada populasi yang besar.

Efek neurologik
Metalik merkuri. Sistem syaraf pusat mungkin menjadi target organ yang paling sensitip terpapar uap merkuri. Gangguan system syaraf terjadi bila terpapar uap metalik merkuri yang terus menerus. Paparan durasi akut, intermediate, dan khronik menimbulkan efek yang serupa yaitu efek neurologik. Gejala yang menghebat dan mungkin irreversible seperti durasi paparan dan peningkatan konsentrasi.
Pada manusia, beberapa studi kasus melaporkan efek neurologik yang kurang baik paparan inhalasi akut uap merkuri konsentrasi tinggi. Menyebabkan gangguan, kognitif personality, sensori dan gangguan motorik telah dilaporkan. Gejala yang paling umum yaitu tremor ( yang diawali dari tangan dan kadang-kadang menyebar ke bagian tubuh lainnya ), emosi labil ( yang ditandai oleh sifat lekas marah, perasaan malu berlebihan, tidak percaya diri, dan gelisah), insomnia, kehilangan memori, perubahan neuromuscular ( lemah, atropi otot, kejang otot), sakit kepala, polyneuropathy ( paresthesia, stocking-glove, kehilangan sensorik, reflek tendo hiperaktif, sensorik lambat, velositi konduksi syaraf motor), dan pencapaiannya deficit pada test fungsi kognitif ( Adams et al. 1983; Bluhm et al. 1992a; Hallee 1969;)
Organik merkuri. Paparan organik merkuri melalui inhalasi sangat jarang.
Efek Reproduktif
Metalik merkuri. Tidak ada paparan durasi akut pada data, mengenai efek reproduksi pada menusia setelah terpapar inhalasi metalik merkuri. Beberapa studi tidak menemukan efek pada kesuburan paparan intermediet inhalasi kronik metalik merkuri pada manusia ( Alcser et al. 1989;)
Efek perkembangan
Metalik merkuri. Tidak menunjukkan hubungan antara terpapar inhalasi pada bapak denganmeningkatnya kecacatan pada janin atau penyakit pada masa anak-anak yang serius.( Alcser et al. 1989).
Efek genotoksik
Ada bukti yang belum jelas dari paparan akibat pekerjaan dengan metalik merkuri dan campuran merkuri organic dan inorganic, yang terutama melalui inhalasi menyebabkan struktur dan numerical abrasi kromosom pada limphosit manusia.




I.2 Melalui oral

Informasi mengenai toksisitas melalui paparan oral inorganic merkuri ada pada penelitian merkuri klorid. Bagaimanapun, beberapa studi juga menemukan efek paparan oral dari merkuri asetat, merkuri klorid ( calomel ), dan merkuri sulfida ( sinabar [HgS]).
Kematian
Inorganik merkuri. Lethal dose dari merkuri klorid diperkirakan 10-42 mg Hg/kg untuk 70-kg orang dewasa ( Gleason et al. 1957). Kematian terpapar oral inorganic merkuri umumnya disebabkan shok, kolap kardiovaskular, gagal ginjal akut, dan kerusakan gastrointestinal ( Gleason et al. 1957; Murphy et al. 1979; Troen et al. 1951). Delapan belas kasus keracunan pada manusia ( percobaan bunuh diri dalam beberapa kasus) dilaporkan oleh Troen et al. ( 1951); 9 pasien yang meninggal dengan dosis tunggal merkuri klorid oral ( antara , 29->50 mg Hg/Kg).
Organik merkuri. Dosis lethal akut dari campuran organic merkuri pada manusia sukar dinilai. Kematian sebagai akibat organic merkuri yang melalui pencernaan telah sering didokementasikan seperti keracunan masal ( penyakit Minamata ) setelah mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi dengan methylmerkuri di Minamata, Jepang ( Tsubaki dan Takahashi 1986) dan setelah mengkonsumsi gandum yang tercemar dengan metil dan ethylmercury di Iraq ( Al-Saleem dan the Clinical Committee on Poisoning Mercury 1976; Bakir et al. 1973).
Efek sistemik
Proses pencernaan dari campuran merkuri berhubungan dengan toksisitas sistemik pada manusia dan hewan. Seperti ketika terpapar inhalasi uap metalik merkuri, target organ pada paparan oral organic merkuri adalah ginjal dan system syaraf pusat. Informasi yang tersedia sangat terbatas mengenai paparan merkuri klorid dan methylmerkuri klorid.
Efek respirasi
Inorganik merkuri. Informasi yang sangat terbatas mengenai efek yang berhubungan denngan pernapasan pada manusia setelah terpapar oral bentuk inorganic dari merkuri. Seorang laki-laki 35 tahun yang tidak sengaja menelan sejumlah merkuri klorid menderita edema paru dan memerlukan ventilasi buatan ( Murphy et al. 1979).
Organik merkuri. Informasi yang sedikit mengenai efek yang berhubungan dengan pernafasan melalui paparan oral organic merkuri. Dua anak-anak lelaki meninggal setelah memakan daging babi yang telah tercemar ethylmerkuri klorid mengalami bronchopneumonia dan edematous alveolitis, dan memerlukan ventilasi buatan ( Cinca et al. 1979).
Efek kardiovaskuler
Inorganik merkuri. Toksisitas pada kardiovaskuler yang terpapar oral merkuri klorid pada manusia. Mayoritas dari informasi mengenai efek cardiovasculer berasal anak-anak yang menelan tablet merkuro klorid untuk cacingan atau bubuk yang mengandung merkuro klorid untuk keluhan gigi yang tumbuh ( Warkany dan Hubbard 1953).
Organik merkuri. Electrocardiography pada empat anggota keluarga yang makan daging babi yang tercemar ethylmerkuri klorid menyebabkan irama jantung abnormal ( segmen ST tertekan dan T terbalik ) ( Cinca et al. 1979).
Efek gastrointestinal
Inorganik merkuri. Pada proses pencernaan metalik merkuri mengalami sedikit penyerapan
Organik merkuri. Studi kasus dari individu yang terpapar oral campuran merkuri alkyl ( bentuk tidak spesifik) dilaporkan menderita diare, tenesmus, iritasi, luka pada gastrointestinal atas ( Lundgren dan Swensson 1949).
Efek hematology
Inorganik merkuri. Informasi terbatas mengenai efek hematology pada manusia melalui proses pencernaan. Satu-satunya informasi mengenai hematology pada manusia dilaporkan adanya anemia ( mungkin sekunder akibat perdarahan massive di gastrointestinal ) pada seorang laki-laki 35 tahun yang menelan dosis mematikan dari merkuri klorid ( Murphy et al. 1979).
Efek musculoskeletal
Inorganik merkuri. Kasus tunggal dilaporkan adanya degenerasi otot ( peningkatan serum aldolase, LDH, dan creatinine phosphokinase; dan adanya granular pigmen dan myoglobin di urin ) pada seorang laki-laki 22 tahun yang menelan 2 g merkuri klorid dalam percobaan bunuh diri ( Chugh et al. 1978).
Organik merkuri. Otopsi salah satu dari dua anak-anak lelaki yang meninggal setelah makan daging babi yang telah mengkonsumsi butiran ethylmerkuri klorid memperlihatkan degenerasi otot ( Cinca et al. 1979).
Efek pada hepar
Inorganik merkuri. Sedikit informasi tentang efek hepatic pada manusia yang mencerna inorganik merkuri. Seorang laki-laki 35 tahun yang mencerna dosis lethal dari merkuri klorid menyebabkan jaundice dan elevasi AST, alkalin phosphatase, LDH, dan bilirubin ( Murphy et al. 1979).
Efek pada ginjal
Inorganik merkuri. Ginjal merupakan organ kritis toksik pada proses pencernaan garam merkuri. Efek pada ginjal manusia diamati mealalui paparan oral inorganic merkuri. Gagal ginjal akut akibat merkuri klorid pada sejumlah kasus melalui proses pencernaan ( Afonso dan deAlvarez 1960; Murphy et al. 1979; Samuels et al. 1982).
Ingesti merkuro klorid juga menyebabkan renal toksik pada manusia.
Efek endokrin
Inorganik merkuri. Tidak ada studi mengenai pengaruh pada endokrin setelah terpapar oral inorganic merkuri.
Beberapa studi sudah melaporkan efek pada tiroid setelah paparan durasi akut- atau intermediate-duration ekspose dari merkuri klorid.
Efek pada kulit
Inorganik merkuri. Informasi yang terbatas efek kulit dari inorganik merkuri pada manusia. Beberapa anak-anak memerlukan pengobatan yang mengandung merkuro klorid untuk konstipasi, cacingan dan rasa tidak enak pada gigi, kemerahan pada telapak tangan dan kaki ( Warkany dan Hubbard 1953).
Efek pada mata
Inorganik merkuri. Tidak ada informasi mengenai efek pada mata pada manusia akibat inorganik merkuri melalui proses pencernaan.
Efek Reproduksi
Inorganik merkuri. Seorang wanita 31 tahun makan 30 mg Hg/Kg merkuri klorid untuk menggugurkan kehamilannya 10 minggu.( Afonso dan deAlvarez 1960).
Efek perkembangan
Organik merkuri. Sewaktu menyemprot gandum dengan fungisida yang mengandung merkuri yang tidak sengaja dikonsumsi, atau ikan yang mengandung methylmerkuri yang tinggi di makan , menyebabkan keracunan merkuri pada manusia yang menyebabkan toksik bagi perkembangan. Peristiwa ini, seperti halnya kasus yang dilaporkan dari insiden ibu hamil yang mengkonsumsi bentuk organic dari merkuri selama kehamilan menyebabkan system syaraf fetus sangat sensitif terjadi toksik merkuri.


Efek Genotosik
Beberapa studi mengenai efek genotosik pada manusia setelah terpapar oral organic merkuri. Adanya korelasi positif antara tingkat merkuri dalam darah dan penyimpangan numerical dan structural kromosom yang ditemukan dalam limphosit 23 orang yang mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi merkuri ( Et al.1974).
Skerfving et al ( 1970) juga melaporkan adanya suatu ( p<0.05)>

2 comments:

  1. apakah yang mnyebabkan penurunan paras merkuri dadalm termometer?

    ReplyDelete
  2. sumber referensi..

    ReplyDelete

komentar pembaca: